Hama Penyakit Pada Pisang

  1. Home
  2. /
  3. Blog
  4. /
  5. Hama Penyakit Pada Pisang

Hama Penyakit Pada Pisang

Posted in : Blog on by : RHIN-B

Pisang merupakan buah yang dapat dimakan, botanikal berry, yang diproduksi oleh beberapa jenis tanaman berbunga herba besar dalam genus Musa. Di beberapa negara, pisang di masak. Buah ini variabel dalam ukuran, warna dan ketegasan, tetapi biasanya memanjang dan melengkung, dengan daging yang lembut kaya pati ditutupi dengan kulit yang mungkin hijau, kuning, merah, ungu, atau coklat saat matang. Buah tumbuh dalam kelompok tergantung dari atas tanaman. Hampir semua modern parthenocarpic dimakan (tanpa biji) pisang berasal dari dua spesies liar – Musa acuminata dan Musa balbisiana. Nama-nama ilmiah pisang yang paling dibudidayakan adalah Musa acuminata, Musa balbisiana, dan Musa paradisiaca × untuk hybrid Musa acuminata × M. balbisiana, tergantung pada konstitusi genom mereka. Nama ilmiah pisang tua adalah Musa sapientum tidak lagi digunakan.

Pisang yang ditanam di areal seluruh indonesia, belum begitu banyak hama dan penyakitnya. Jika dibandingkan dengan pisang yang ditanam di luar negeri.
Secara umum, tanamam pisang sering diserang oleh hama penyakit. Hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman pisang antara lain, penggerek bonggol batang (tamaros bituberculatis), penggerek anakan pisang, hama ulat pijar (matten), penyakit darah, penyakit layu , penyakit bintik daun, penyakit tanaman, dan penyakit daun pucuk.

Berikut Hama Penyakit Pada Pisang :

A. Pengerek Bonggol Batang

Hama Tomarus bituberculatus ini merusak bonggol batangnya. Yang pertama kali diserang adalah bonggol yang masih muda. Pada serangan yang sudah berat, tanaman akan segera mati. Hama penggerek bonggol batang ini masih sangat sulit diberantas. Karena jenis insek-inseknya berada didalam bonggol yang terletak di dalam tanah. Diluar negeri ( Australia ) hama ini dapat diberantas dengan cara melepas predator pengerek tersebut.

B. Pengerek Anakan Pisang ( Cosmopo polites )

Hama pengerek anakan pisang ini cara menyerangnya sama dengan hama pengerek bonggol batang diatas.cara memberantasannya pun sama dengan di atas.

C. Ulat Pijar ( Matten )

Hama ini disebabkan oleh anak sebangsa ulat pijar Hieroxesties subcervinella. Ulat pijar ini menyerang buah dan titik tumbuhnya. Hama ini jarang sekali menimbulkan kerusakan pada tanaman pisang.

D. Penyakit Darah

Penyebabnya adalah bakteri Pseudomonas celebensis merupakan nama daerah asal bakteri itu ditemukan, yaitu di daerah selebes. Serangan bakteri di mulai dari bagian bawah, yaitu dari akar, batang, daun, hingga sampai pada buahnya.

Daun –daun pisang yang diserang oleh bakteri ini kakan berubah warnanya. Mula-mula daun tersebut menunjukan garis-garis yang berwarna merah muda, fase berikutnya, daun pisang menguning seluruhnya, akhirnya tanaman mati. Buah yang diserang mula-nula menguning, kemudian mengeluarkan getah yang berwarna merah seperti darah, sehingga diberi nama penyakit darah. Daging buahnya berlendir merah seluruhnya. Batangnya pun mengeluarkan lendir yang berwarna merah.

Pemberantasannya dapat dilakukukan dengan membongkar tanaman yang sakit kemudian dimusnahkan.

E. Penyakit Layu

Penyakit layu ini disebabkan oleh Bakteri Bacillus solanacearum. Pada serangan yang berat, tanaman mati, tanaman yang bersangkutan dapat menunjukan gejala-gejala serangan, di antaranya :

1) Daun-daun menguning.
2) Fase berikutnya daun layu dan terkulai.
3) Anakan dan batangnya pun menguning seluruhnya.
4) Tanamam mati.

Bakteri tersebut banyak menyerang di daerah kamerun. Pemberantasannya dapat dilakukan dengan menbongkar tanamam yang sakit kemudian di musnahkan dengan cara membakarnya. Tujuannya, agar bakteri bakteri tersebut mati.

F. Penyakit Bintik Daun

Yang mula-mula menyebabkan timbulnya penyakit bintik daun ini adalah cendawan Cercospora musae. Jenis penyakit ini pertama kali ditemukan di pulau jawa dan menyerang tanaman pisang pada bagian daunnya. Karena daun pisang yang diserang itu berbintik-bintik, maka penyakit ini disebut bintik daun, kemudian dapat dilihat pada permukaan bawah, disitu terdapat bintik bintik kecil yang berwana hijau kekuning kuningan. Pada fase berikutnya, bintik-bintik tersebut akan membesar dan menjadi garis-garis yang berwarna cokelat.

Cercospora muase ini juga menyerang saluran-saluran makanan, hal ini menyebabkan bagian-bagian daun yang bersangkutan menjadi layu, akhirnya tanaman pisang itu mati.

G. Penyakit Tanaman

Penyebab timbulnya adanya cendawan fusarium Oxysporium cubause. Jika tidak segara di kendalikan, penyakit ini akan menganas. Cendawan tersebut sudah meraja lela. Menyerang perkebunan pisang di luar negeri. Terutama di daerah hindia barat dan amerika. Penyakit tanaman ini merupakan momok utama bagi negara tersebut. Tanaman pisang di daerah kita juga ada yang terserang, yaitu di pulau jawa.
Tanda-tanda tanaman yang terserang , antara lai :

1) Daun–daun pada bagian luar terlihat layu, kemudian putus.
2) Daun yang agak dalam lebih tahan jika di bading daun pada bagian luar.
3) Pelepah daunnya membelah membujur.
4) Pembuluh getahnya menguning memerah, dan menghitam.

Secara kemis pemberantasannya penyakit ini belum dilakukan. Salah satu cara memberantas penyakit tanaman ini adalah membongkar tanaman yang sakit, kemudian dimusnahkan. Sedangkan cara pencegahannya dengan cara menanam jenis yang resisten.

H. Penyakit Daun Pucak.

Penyakit ini disebabkan oleh virus. Perantarannya adalah sebangsa Pentalonia nigronervora. Penularan dapat dilakukan lewat Pentalonia nigronervora tersebut.
Mula-mula daun bagian pucuk yang terserang, pucuk-pucuk tersebut tumbuhnya tegak lurus. Pada serangan berat tanaman mati. Pada mulanya penyakit pucuk ini ditemukan di kepulauan fiji.

Pemberantasannya dengan membongkar tanaman yang sakit, kemudian dimusnahkan.

Sumber: http://blog.faedahjaya.com/hama/hama-penyakit-pada-pisang

Comments

comments