Mengenal Lebih Dekat Pohon Jati Solomon

  1. Home
  2. /
  3. Blog
  4. /
  5. Mengenal Lebih Dekat Pohon Jati Solomon

Mengenal Lebih Dekat Pohon Jati Solomon

Posted in : Blog on by : RHIN-B

Jati (Tectona grandis) merupakan jenis tanaman kehutanan yang  juga diproduksi oleh rhinbiotechnology dengan menggunakan teknik kultur jaringan. Jati merupakan tanaman keras yang mempunyai daur teknik (jangka waktu penanaman pohon sampai siap panen sesuai diameter yang diinginkan) yang sangat lama yakni di atas 40 tahun. Hal tersebut dikatakan sangat lama pada era modern saat ini, karena dengan menggunakan bioteknologi, perbanyakan jati secara kultur jaringan menghasilkan bibit yang dapat dipanen lebih cepat dari perbanyakan bibit metode konvensional.

Jati (Tectona grandis) terkenal sebagai kayu komersial bermutu tinggi, termasuk dalam family Verbenaceae. Penyebaran alami meliputi negara-negara India, Birma, Kamboja, Thailand, Malaysia dan Indonesia. Di Indonesia jati terdapat di beberapa daerah seperti Jawa, Muna, Buton,Maluku Dan Nusa Tenggara.

Pohon jati cocok tumbuh di daerah musim kering agak panjang sekitar 3-6 bulan pertahun. Curah hujan yang dibutuhkan rata-rata 1250-1300 mm/tahun dengan temperatur rata-rata 22-260C. Jati umumnya tumbuh pada tanah bertekstur sedang dengan pH netral hingga asam. Kayu jati termasuk kelas kuat I dan kelas awet II . Penyebab keawetan dalam kayu teras jati adalah tectoquinon (2-methylan thraquinone). Kayu jati mengandung 47,5% selulosa, 30% lignin, 14,5%pentosan, 1,4% abu dan 0,4-1,5% silika.

Kayu jati banyak digunakan untuk bantalan rel kereta api, tiang jembatan, mebel, balok dan gelagar rumah, serta kusen, pintu, dan jendela.Perkembangan teknologi khususnya dalam bidang rekayasa genetik (pemuliaan pohon/tree improvement) dan kultur jaringan telah menghadirkan jati varietas unggul. Jati yang dihasilkan diharapkan memiliki keunggulan komporatif berdaur pendek (10-15 tahun), sedikit cabang, batang lurus dan silindris, maka lahirlah jati varietas Solomon.

Ahli kehutanan menyatakan bahwa semua jenis pohon penghasil kayu cepat tumbuh akan menghasilkan kualitas kayu (kelas awet dan kelas kuat) yang lebih rendah dibandingkan dengan pohon yang berumur maksimal. Tetapi pengusaha kayu menyatakan bahwa masalah kualitas kayu sudah dapat dipecahkan dengan teknologi industri. Sifat mudah diolah dan dibentuk dari pohon cepat tumbuh dapat didifusikan sesuai keinginan pasar. Tingkat kekerasannya juga dapat direkayasa dengan teknik pengovenan.

Selain memiliki nilai jual tinggi, satu hal yang menjadi daya pikat tanaman jati solomon adalah pemeliharaannya yang mudah. Tapi investor mesti waspada, karena pohon jati itu rentan diserang hama saat umur pohon masih menginjak setahun.

Walaupun jenis tanaman jati jumbo atau jati solomon berbeda dengan jati biasa, tapi proses perawatan tanaman jati solomon tidak jauh berbeda dengan jati lokal yang sudah biasa kita kembangkan.

Hari Winarsa, pemilik CV Alam Hijau Makmur mengaku, tidak menemukan perbedaan yang mencolok antara merawat jati solomon dengan jati biasa. Ia juga tidak menemukan kendala yang berarti dalam membudidayakan jati solomon itu.

Namun, untuk investasi jati solomon ia menyarankan untuk mencari lahan yang terbaik. Pastikan lahan tempat bibit si jangkung itu tidak tergenang air atau lembab seperti rawa. “Tanah yang ideal untuk jati solomon adalah tanah yang stabil,” kata Hari.

Usahakan tidak menanam jati solomon pada lahan yang basah alias becek. Sebab, tanah yang basah mengakibatkan pohon jati itu tidak bisa tumbuh. “Jika memang tanah gampang basah, harus dibuat drainase agar air bisa mengalir,” urai Hari.

Soal ketinggian tanah, jati solomon cocok ditanam di ketinggian 600 meter di atas permukaan laut, dengan temperatur suhu 28-35 derajat Celcius.

Hari mengingatkan, hindari menanam jati pada areal lahan yang berdekatan dengan perkotaan. Sebab, dari hitungan investasi nilainya akan lebih tinggi karena harga beli atau harga sewa lahan jatuhnya jadi lebih mahal.

Selain ancaman gangguan pertumbuhan dari faktor tanah, investor jati solomon juga memiliki risiko gagal panen. Pohon jati solomon bisa menjadi sasaran empuk bagi hama penyakit tanaman, seperti ulat, rayap, dan juga belalang.

Untuk mencegah risiko gagal panen akibat hama tersebut, dibutuhkan perawatan ekstra pada tahun pertama usia penanaman jati.

Salah satu solusi untuk menanggulangi aneka hama itu adalah dengan menyemprotkan pestisida. “Jika hama dibiarkan, pohon jati bisa layu dan bisa mati sebelum berkembang,” terang Hari.

Hal lain yang bisa mengganggu investasi jati solomon adalah pembiaran tunas jati tumbuh di batang pohon. Usahakan pembersihan tunas bisa dilakukan berkala agar pohon tetap tumbuh lurus dengan sedikit cabang. “Jika lalai membersihkan tunas bisa mengganggu pertumbuhan,” ungkap Hari.

Namun, dari sisi perawatan lainnya, jati solomon lebih unggul ketimbang pohon jati biasa. Jati jumbo tidak perlu proses penjarangan, atau penyesuaian tingkat ketinggian tanam secara berkala. “Pohon jati solomon memiliki karakter tumbuh ke atas, sehingga ketinggian pohon nanti bisa sama tinggi,” kata Teddy Pohan, Marketing PT Tunas Agro Lestari.

Selain itu, jati solomon tidak perlu ditanam dengan jarak dekat, seperti jati biasa. Jika jati biasa ditanam dengan jarak 1,5 meter, jati solomon cukup ditanam dengan jarak 3 meter hingga 4 meter. “Jati biasa harus ditanam berdekatan agar pohon bisa tegak lurus,” kata Teddy.

Teddy menyarankan, calon investor jati solomon mencari lahan yang memiliki curah hujan di bawah 1.500 mm per tahun. Sebab, di masa awal penanaman, jati butuh kadar air yang cukup. “Usahakan juga mencari lahan yang mengandung kapur tinggi,” kata Teddy.

Sumber:

  1. http://jual-bibit.com/pohon/mengenal-lebih-dekat-pohon-jati-solomon/
  2. http://www.biotek.bppt.go.id/index.php/artikel-sains/90-mengenal-jati-tectona-grandis-var-solomon
  3. http://peluangusaha.kontan.co.id/news/jati-jumbo-solomon-hasil-panen-tergantung-pilihan-lahan-dan-perawatan-2

Comments

comments