Mengulik Budidaya Kurma di Indonesia

  1. Home
  2. /
  3. Blog
  4. /
  5. Mengulik Budidaya Kurma di Indonesia

Mengulik Budidaya Kurma di Indonesia

Posted in : Blog on by : RHIN-B

Kurma (Phoenix dactylifera L.) merupakan satu dari tanaman buah tertua yang ditanam di daerah arid (kering) di Semenanjung Arab, Afrika Utara, dan Timur Tengah. Daerah asal kurma yang paling mungkin adalah di atau dekat Irak, tetapi penyebarannya ke banyak negara sudah sejak zaman dahulu. Kurma adalah bahan pangan utama dan sumber penghasilan bagi penduduk lokal di Timur Tengah dan Afrika Utara, dan berperan besar dalam bidang ekonomi, kemasyarakatan,dan lingkungan.

Kurma diproduksi oleh sekitar 34 negara di dunia, namun produksi kurma dunia yang terbesar disetor oleh kawasan Timur Tengah. Sepuluh negara yang menduduki posisi top produksi kurma di dunia antara lain Mesir (17%), Iran (14%), Saudi Arabia (13%), Uni Emirat Arab (12%), Irak (10%), Pakistan (10%), Aljazair (7%), Oman (4%), Sudan (4%), dan Lybia (2%).

Kurma termasuk ke dalam keluarga tanaman Palmaceae (Barrow, 1998). Tanaman yang mempunyai nama latin Phoenix dactylifera ini dalam bahasa Arab disebut dengan Tamr. Phoenix (bahasa Yunani) yang artinya buah merah atau ungu dan “dactylifera” yang artinya “seperti jari” karena gerombol buahnya seperti jari manusia. Pohon kurma merupakan tanaman jenis dioecious, yaitu memiliki tanaman jantan dan betina yang hidup secara terpisah.

Kurma dapat diperbanyak dengan anakan dan biji. Perbanyakan dengan biji dapat terjadi bila biji dan kecambah secara konstan terjaga kelembapannya. Kelemahan perbanyakan dengan biji adalah tanaman baru berbuah setelah 6-10 tahun dan 50% dari kecambah yang tumbuh umumnya akan menjadi tumbuhan jantan.Oleh karena itu, perbanyakan yang paling baik dan banyak dilakukan adalah melalui pemindahan anakan yang telah berumur 3-5 tahun. Anakan ini selanjutnya ditanam atau seringkali dijual. Pemindahan anakan harus dilakukan dengan hati-hati agar anakan tidak mati di tempat barunya.

Terobosan perbanyakan kurma melalui teknik kultur jaringan juga telah dilakukan di beberapa negara antara lain Irak, Saudi Arabia, dan Kalifornia. yaitu dari ujung tunas baik melalui embryogenesis atau organogenesis pertama kali dikembangkan tahun 1970 hingga 1980 an. Organogenesis dapat dicapai menggunakan tunas samping dan meristem apikal, sedangkan embryogenesis melalui kalus yang terbentuk dari tunas, daun muda, batang dan rachilla. Membutuhkan waktu 6 tahun untuk mencapai produksi melalui proses kultur jaringan.

Saat ini Uni Emirat Arab (disingkat UEA) (bahasa Inggris: United Arab Emirates) memiliki fasilitas kultur jaringan tanaman kurma terbesar, lebih dari 100.000 tanaman kultur diproduksi setiap tahunnya karena produksi offshoot tidak dapat memenuhi kebutuhan untuk pengadaan penanaman pohon-pohon baru.

Di Asia tenggara perkebunan kurma telah menunjukkan geliatnya, Negara anggota ASEAN yang telah membudidayakan buah kurma secara besar-besaran adalah Thailand dan Malaysia. Iklim negeri tetangga tersebut sangat persis sekali dengan kondisi di tanah air kita bahkan kondisi tanah di negara kita lebih subur jika di bandingkan kedua negara tetangga tersebut

di Indonesia, Indonesia telah ketinggalan 11 tahun dari Thailand dan sekitar 8 tahun dengan malaysia dalam hal budidaya kurma. Sejauh ini perkebunan kurma didalam negeri kita masih baru dimulai, kebun yang telah dirintis oleh jonggol farm milik Muhaimin Iskandar pemilik geraidinar.com berlokasi di daerah Bogor – Jawa Barat, dan itupun dalam hal Kultur Jaringan sepertinya masih melakukan penelitian lebih lanjut.

Karena itu RHIN Biotechnology tertantang untuk mencoba metode kultur jaringan, dan mengundang siapapun untuk ikut bekerja-sama dengan kami mengembangkan kurma di Indonesia. Jika anda tertarik anda bisa mengunjungi Laboratorium RHIN Biotechnology yang berlokasi di Jl. Sekar Kedaton No.10 Tegal Lega Bandung.

http://maps-generator.com

Saat ini kami juga sudah bekerjasama untuk lahan persemaian dengan Pondok Pesantren Baitul Hidayah ( baitulhidayah.org) yang berlokasi di Bukit Panyandaan, Mandala Mekar, Kec. Cimenyan, Jawa Barat, Indonesia.

Sumber: